Banyak yg mengatakan terjadi pemberontakan thd khalifah utsman bin affan ra. yg menyebabkan dirinya terbunuh karena Nepotisme yg dilakukannya, alasannya hanya kerana beliau lebih mendahulukan keluarganya dr para sahabat yg lain. Ia memprioritaskan putera pamannya Abdullah ibnu Sarh dgn memberi mrk jabatan di Mesir tanpa mengingatkan mrk agar bertakwa kpd Allah. Masyarakat mesir kecewa dan melapor kpd khalifah bahwa mereka dizhalimi. Maka kemudian khalifah Utsman memberinya peringatan, tetapi ia tidak memperdulikan peringatan tersebut, bahkan ia memukul seorang penduduk yg baru pulang sehabis mengadukannya kpd Utsman hingga mati. Kemudian atas usulan dr sahabat, Utsman mengutus Muhammad bin abu bakar untuk menggantikannya . Dalam perjalanan menuju mesir, ia bertemu dgn seorang pemuda yg mengaku sbg utusan amirul mukminin dan 'orangnya' Marwan. Dan ternyata ia membawa surat dr utsman kpd ibnu Sarh, yg berisi perintah untuk membunuh rombongan Muhammad bin abu bakar, membatalkan perjanjian, dan menahan org yg mengadukan kezhalimannya sampai datang keputusan dr Utsman.
Maka kmudian rombongan kembali ke madinah dan mengumpulkan para sahabat, lalu membacakan surat itu kpd mrk, tidak ada seorangpun dr penduduk madinah yg tidak kecewa thd Utsman, bahkan suku2 yg menaruh kebencian kpdnya bertambah benci.
Kemudian masyarakat dan para sahabat yg semuanya peserta perang badar mendatangi rumah Utsman. Terjadilah percakapan Ali dan Utsman..
Ali : pemuda ini pesuruhmu?
Utsman : ya.
Ali : unta ini unta mu?
Utsman : ya. Unta saya.
Ali : apakah surat ini tulisanmu?
Utsman : bukan. Wallahi aku tidak pernah menulis surat ini.
Ali : tapi stempelnya stempelmu?
Utsman : ya, betul
Ali : bagaimana mungkin engkau tdk mengetahuinya?
Utsman : demi Allah, aku tidak menulis surat ini dan aku tidak pernah menyuruh dia.
Masyarakat ragu bahwa Utsman melakukan hal itu , kerana dilihat dr tulisannya, mrk mengenalinya sbg tulisan Marwan. Ketika mrk meminta agar utsman memanggil Marwan, Utsman menolak padahal Marwan ada didalam. Utsman takut marwan akan dibunuh. Ali menyuruh hasan dan husain untuk berjaga di depan pintu. Banyak yg melempar panah hingga mrk terluka, marwan yg ada didalam pun terluka. Akhirnya Muhammad bin abu bakar masuk melewati atas rumah utsman dan menarik janggut utsman, namun mendengar utsman mengatakan kalau ayahnya pasti akan marah kalau ia melihat perbuatannya, muhammad pun menarik tanggannya dan mengurungkan niatnya untuk membunuh amirul mukminin dan kemudian ia bertaubat kpd Allah. Lalu dgn serta merta datanglah dua orang laki2 menyerang utsman dan membunuhnya.
Dari Hudzaifah ra., ia berkata, "awal fitnah adl terbunuhnya Utsman, dan akhir fitnah ialah munculnya Dajjal, Demi Zat yg jiwaku ditangannya, tidaklah seorang mati membawa sebesar atom keinginan untuk membunuh Utsman, melainkan ia akan ikut Dajjal jika jumpa. Bila tidak, ia akan mempercayainya dalam kuburnya."
Hampir mirip dgn hal ini, dahulu Islamic state of iraq (isi) berkeinginan melakukan ekspansi ke suriah (syam), abu bakar al baghdadi kmudian mengutus seseorang bernama Jaulani untuk membentuk Jabhah al Nusrah (JN) dgn memberikan setengah dr baitul mal isi dan memberinya kekuasaan di suriah. Namun setelah beberapa lama, surat demi surat perintah dari isi tidak direspon. Dan ternyata ia berkhianat dan melepaskan baiatnya dr isi dan membuat emirate sendiri. Hal ini kmudian menimbulkan perpecahan, dan akhirnya abu bakar al baghdadi meleburkan isi yang ada di iraq dan suriah menjadi satu shg berganti nama mjd islamic state of iraq and syam (isis). JN sekarang ini menjadi pemberontak moderat dan bergabung dgn Jays al Fath yg didanai turki untuk memerangi isis yg sekarang ini sudah satu tahun setelah mendeklarasikan khilafah..
Jadi jgn hairan dgn fitnah semacam ini kerana pada masa sahabatpun banyak terjadi fitnah yg menyebabkan keinginan untuk membunuh khalifah.. pada masa ini media sudah semakin canggih, bukan lg dgn surat namun dengan televisi, koran dan internetlah sekarang fitnah itu menyebar..